SuaraBanyuurip.com –Â Ali Imron
Tuban – Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur, mengaku menjelang berakhirnya bulan Mei 2016, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI belum memberikan informasi apapun soal kekurangan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas kuartal IV tahun 2015 lalu. Sehingga belum jelas kapan kekurangan DBH Migas tersebut dicairkan.
Tercatat, perolehan DBH minyak Tuban 2015 hanya terealisasi Rp 28.628.183.358, dari target awal Rp 33.187.001.158.
“Belum ada informasi, pastinya akan ditransfer melalui jadwal yang ditentukan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, Kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi di Gedung DPRD Tuban, Kamis (19/5/2016).
Hingga kini pihaknya terus berkoordinasi dengan Kemenkeu. Tetapi soal jadwal pencairan kekurangan DBH pihaknya belum mengetahuinya. Hanya saja, informasi awal kekurangan tersebut akibat target pajak Nasional 2015 hanya mencapai 85 persen.
Sehingga, untuk mengembalikan DBH ke setiap daerah penghasil Migas. Kemenkeu harus menunggu proses audit keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Hal senada disampaikan, Kepala Bidang Pendapatan, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Tuban, Joko Priyono, bahwasanya tidak tercapaianya pajak Nasional 2015 mempengaruhi pembagian dana ke daerah.
“Insiden tersebut menyulitkan Pemerintah pusat melikuidasi hasil pajak,” sambungnya.
Meskipun demikian, Pemerintah pusat berjanji segera mentransfer dana tersebut , pasca audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). DBH minyak dipastikan tidak akan hilang, meskipun pencairannya melewati Anggaran Perencanaan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2015.
Diketahui, selama tiga tahun terakhir hanya di tahun 2015 target DBH minyak tidak tercapai. Tercatat, ada penurunan Rp 4.558.817.800 dari target awal.
Selain itu, dua tahun sebelumnya perolehan DBH minyak Tuban terus melampaui target. Tercatat, tahun 2014 Pemda menargetkan DBH minyak sekira Rp 31.501.933.287, dan terealisasi sebesar Rp 33.006.987.391.
Hal serupa terjadi pada perolehan DBH minyak tahun 2013. Realisasi DBH minyak mencapai Rp 23.593.589.069, lebih besar dari target awal sebesar Rp 19.489.892.988. (Aim)