SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, menjelaskan, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meminta teken nota kesepahaman (MoU) kilang Tuban segera dilakukan pada 26 Mei 2016 mendatang. Permintaan tersebut setelah perusahaan Migas Rusia, Rosneft, terpilih sebagai investor kilang Tuban.
“Dengan demikian pembangunan kilang ini bisa segera terealisasi,” kata Rini Soemarno, dalam keterangan resminya serupa dilansir di beberapa media Nasional, Sabtu (21/5/2016).
Terpilihnya Rosneft sebagai investor Kilang Tuban terungkap, setelah Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan dari CEO Rosneft, Igor Sechin. Pertemuan ini berlangsung di Hotel Radison Blu, Sochi, Rusia, hari Jumat (20/5).
“Meskipun Pemerintah menargetkan pembangunan proyek terlaksana pada 2018, tetapi Presiden menekankan bisa diselesaikan di akhir 2017,” imbuh Rini.
Dalam pertemuan tersebut, Rosneft berharap dapat bekerja sama dengan Pertamina untuk membangun Kilang Tuban. Total investasinya mencapai US$ 13 miliar. Dengan kapasitas produksi sebesar 320 ribu barel per hari (Bph).
“Rosneft berkomitmen menjadikan Tuban sebagai kota penghubung perdagangan minyak,” tambahnya.
Pemerintah menginginkan kerja sama Rosneft dengan Pertamina, tidak hanya dalam hal pembangunan kilang Tuban. Tetapi perusahaan Rusia dapat membangun storage atau tempat penyimpanan cadangan minyak di dalam negeri.
Ketika itu Rosneft menyangggupi harapan tersebut. Pertamina diajak menggarap ladang Migas di Rusia. Hasil produksi Migas dapat dibawa ke Indonesia, sebagai cadangan minyak Nasional.
Diketahui, dalam pertemuan tersebut Jokowi didampingi beberapa menteri, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto pun juga ikut hadir dalam pertemuan ini.
Sementara, hingga berita ini ditulis Suarabanyuurip.com masih berusaha mengkonfirmasi Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, melalui pesan elektronik. (Aim)