Flashover Picu Kebakaran Travo

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Tuban, Jawa Timur, menjelaskan pemicu kebakaran gardu listrik, di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu akibat flashover (lompatan listrik) salah satu penutup travo. Penutup travo berupa paralon plastik tersebut meleleh akibat tegangan tinggi.

“Tutup plastiknya terbakar akibat flashover,” kata Teknisi PLN Tuban, Ali Usman, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Senin (23/5/2016).

Untuk diketahui, flashover merupakan gangguan berupa loncatan api yang terjadi antar isolator atau kompenen listrik tegangan tinggi. Hal ini dapat terjadi akibat gagalnya isolasi dari sistem tegangan tinggi tersebut.

Dia menjelaskan, sebenarnya tutup paralon tersebut inovasi PLN. Sebab setiap musim kemarau tiba, travo sering rusak akibat terkena debu dan karat air laut. Sehingga untuk mengurangi kelembapan harus diberi tutup paralon.

“Tetapi hingga kini belum optimal sesuai fungsinya,” imbuhnya.

Ditanya soal dampak kebakaran, pihaknya mengaku tidak terlalu parah. Hanya saja travo harus diganti, dan saluran listrik sepanjang Terminal Wisata Tuban, sampai Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Tuban padam kurang lebih 20 menit.

Baca Juga :   Sutrac Bagi Sembako dan Buka Bersama

“Setiap gardu listrik sudah ada saklar otomatisnya,” tambahnya.

Ketika ada korsleting listrik, bahkan sampai kebarakan, saklar tersebut otomatis off (mati) memutus arus listriknya. Mengantisipasi hal serupa pihaknya bakal memeriksa kelayakan setiap tutup travo di setiap gradu. Sehingga insiden flashover tidak terulang kembali.

“Saat ini listrik sudah nyala dan travonya sudah diganti sementara,” jelasnya.

Diketahui,  sekitar pukul 13:50 WIB  salah satu travo gardu listrik di Jalur Pantura, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tebakar. Kobaran api hanya berlangsung singkat tidak sampai 30 menit.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *