Pemda Belum Ketahui Kebutuhan Naker Kilang

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur, mengaku hingga kini belum mengetahui spesifikasi Tenaga Kerja (Naker) yang dibutuhkan dalam proyek Kilang Tuban. Sehingga dalam waktu dekat pihaknya bakal mengajukan aspirasi Naker kepada PT Pertamina (Persero).

“Belum ada informasi apapun soal kebutuhan Naker,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Pendhapa Krida Manunggal Tuban, Kamis (26/5/2016).

Menindaklanjuti paket kebijakan ekonomi ke-7, Pemda akan mensupport terwujudnya kilang terbesar kedua di Tuban setelah kilang PT Trans Pasific Petrochemical Indotama  (TPPI).

Dia memproyeksikan pembangunan proyek Kilang Tuban, mampu menstimulasi pertumbuhan ekonomi dan aspek penyerapan Naker Tuban. Sehingga masyarakat setempat ikut merasakan beroperasinya industri pengolahan minyak ini.

“Kami akan menyampaikan aspirasi soal pertumbuhan ekonomi, serta sinergis penyiapan Naker,” tambahnya.

Apabila spesifikasi Naker sudah diketahui, Pemda berencana menyiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mumupuni. Baik bekerja di tingkat rendah maupun tingkat operasional pengolahan minyak.

“Pemda tidak ingin Naker lokal hanya sebagai penotnon industri ini,” jelasnya.

Baca Juga :   Wilayah Kerja Migas Indonesia Digandrungi Investor

Dijadwalkan pula, hari ini tepat tanggal 26 Mei 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi), meneken MoU kilang Tuban bersama perusahan Rosneft Rusia.

Diketahui total nilai investasi proyek kilang Tuban sekira US$ 13 miliar, atau setara Rp 175,5 triliun. Selain memiliki kapasitas produksi sebesar 320 ribu barel minyak per hari, kilang tersebut akan diintegrasikan dengan pabrik petrokimia. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *