SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Wilayah Pantura Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sepanjang 65 Kilometer (Km) diselimuti awan Cumulonimbus (Cb), Jum’at (27/5/2016). Awan tersebut menandakan selama beberapa hari kedepan, Tuban bagian utara bakal diguyur hujan intensitas lebat.
“Sesuai peta dari BMKG Jatim, Tuban bagian utara berwarna orange,” kata  Sekretaris BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada Suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Jumat (27/5/2016).
Hasil pemantauan dan pertimbangan BMKG, terdapat sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Sumatera. Akibatnya beberapa wilayah terjadi belokan angin mulai Pesisir Barat Sumatera, Sumatera utara, Riau, dan Kepulauan Riau.
Saat ini suhu muka laut umumnya berkisar antara 27 derajat Celcius sampai 30 derajat Celcius. Sedangkan anomali suhu muka laut sekitar minus 0,5 sampai plus 1,5 derajat celcius.
“Anomali positif terletak di Samudera Hindia barat Sumatera,” imbuh Joko.
Anomali tersebut terjadi hingga selatan NTT, Perairan utara Aceh, Selat Malaka, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Flores, Laut Banda, Laut Timor, Laut Seram, Laut Arafuru, dan Teluk Cenderawasih.
Unruk angin gradien di wilayah Indonesia terjadi di Selatan Ekuator.
Umumnya bertiup dari Timur hingga Tenggara, dengan kecepatan antara 5 sampai 63 Km/jam. Sedangkan di bagian utara Ekuator arahnya masih bervariasi, dari Timur hingga Barat Daya dengan kecepatan 5 sampai 46 Km/jam. Soal kecepatan angin maksimum berpeluang terjadi sekitar Perairan utara Aceh, Laut Cina Selatan, dan Laut Arafuru.
Hujan dengan intensitas ringan sampai sedang berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera barat, Lampung, Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku bagian tenggara, dan Papua.
“Jawa Timur juga terdampak akibat siklus alam ini,” tambahnya.
Dia berharap selama cuaca tidak bersahabat masyarakat diminta waspada. Baik kondisi di dalam rumah, maupun lingkungan sekitar. (Aim)