Diminta Segera Pasang Rambu Sekitar FSO

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meminta ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) selaku operator Blok Cepu yang mengelola fasilitas Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang, segera memasang rambu disekitarnya. Sebab, apabila tidak segera dilakukan sangat membahayakan keselamatan nelayan Tuban.

“Rambu itu sangat penting sebagai tapal batas keamanan dan keselamatan perahu,” kata Kasi Pengawasan DKP Tuban, Winarti, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (3/6/2016).

Dia menilai, keberadaan FSO sebagai objek vital Nasional menjadi tanggung jawab bersama. Terutama EMCL selaku operator, dan nelayan sebagai masyarakat terdampak.

Sesuai data yang dimiliknya, hingga kini belum ada rambu apapun sekitar FSO. Sedangkan hasil koordinasi dengan pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tuban, minimal harus dipasang 8 rambu.

Sehingga ketika menara tambat FSO bermanuver 360 derajat, perahu kecil tidak hancur terhempas gelombang besar.

Sementara, Public and Goverment Affairs EMCL, Ichwan Arifin menegaskan, soal rambu EMCL telah berkorodinasi dengan HNSI Tuban. Dimana nantinya EMCL akan memasok materialnya, sedangkan HNSI akan merakit dan memasangnya.

Baca Juga :   Pertamina Rencanakan Bor Ulang Sumur Migas Banyuasin

“Soal waktu pelaksanaannya akan dilakukan secepatnya,” sambungnya.

Pihaknya belum memastikan apakah nantinya rambu tersebut, berupa Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) atau rambu lampu. Hanya saja yang lebih mengetahui kebutuhannya HNSI.

Sesuai catatan EMCL, rambu di sekitar FSO baru ada lima buah. Kedepannya bakal ditambah 8 lagi dijarak 1 Kilometer dari FSO, sesuai permintaan nelayan Desa Karangagung, Kecamatan Palang.

Diketahui, Gagak Rimang, sebagai tempat penyimpanan sementara sekarang sudah berada di 24 kilometer perairan utara (Kecamatan Palang Kabupaten Tuban). FSO itu ditambatkan pada menara mooring tower (menara tambat) yang dapat berputar 360 derajat untuk menyesuaikan arah angin.

Fasilitas tersebut mampu menyimpan minyak mentah sebesar 1,7 juta barel. Dipersiapkan untuk menunjang produksi puncak Lapangan Banyuurip yang ditargetkan mencapai 165 barel per hari. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *