SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
 Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menyebutkan, saat ini produksi migas di Jabanusa masih bertumpu pada Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
“Masih bertumpu pada Blok Cepu yang saat ini mencapai 185.000 barel per hari (Bph), apalagi lapangan migas yang lain produksinya mulai menurun secara alamiah,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Mashar, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Selasa (7/6/2016).
Lapangan migas yang mulai menurun salah satunya adalah produksi minyak lapangan Sukowati, Blok Tuban, yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
“Lapangan Sukowati juga menurun signifikan, dari awalnya 16.000 Bph, turun berkisar 12.000 Bph,” ujarnya.
Namun, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus mengupayakan peningkatan produksinya dikisaran 14.000 Bph. Itupun bisa turun dan bisa naik kembali karena faktor alam.
“Peningkatannya ya dengan perbaikan teknis atau walkover,” imbuhnya.
Untuk pengeboran baru di Pad C, lebih lanjut Ali menjelaskan, proses yang dilalui untuk mengambil minyak di bawah alun-alun Bojonegoro JOB P-PEJ tidaklah mudah. Karena butuh proses yang panjang.
“Kalau Pad C nampaknya tetap dilanjutkan, hanya saja butuh waktu. Dan itu tidak sebentar,” pungkasnya.(Rien)