SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban -Â Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur, setiap tahunnya terus menggalakkan program pembangunan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) di 20 kecamatan. Tercatat, sejak tahun 2012 hingga tahun ini sudah ada 45 MCK yang diberikan untuk warga.
“Programnya sudah mulai tahun 2012 silam,†kata Kabag Humas dan Media Pemda Tuban, Teguh Setyabudi, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (9/6/2016).
Tujuan pembangunan sarana tersebut diantaranya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Dimana hingga kini masih dikatakan kumuh dari seluruh kecamatan yang ada di Tuban. Disamping itu mengontrol kualitas hidup masyarakat di era modernisasi dan globalisasi.
Pihaknya mengakui, masih ada beberapa keluarga yang membuang hajat sembarangan. Alasannya belum memiliki sarana MCK yang layak. Terlebih di daerah pinggiran, dan pesisir laut Tuban.
“Banyak dijumpai kotoran manusia di kebun, sawah, sungai, hingga pantai,†imbuh Teguh.
Perilaku ini sangat memprihatinkan, sebab ketika ditinjau dari segi kesehatan sangat berbahaya bagi masyarakat sendiri. Baik untuk vegetasi alam, maupun cadangan Air Bawah Tanah (ABT).
“Dalam kurun waktu tertentu akan mencemari sumber air,†tambahnya.
Dia menjelaskan, setiap tahun ada belasan MCK beserta saluran sanitasi yang dibangun di rumah warga. Upaya tersebut meminimalisir penyebaran virus dan penyakit. Sesuai catatan tahun 2015 lalu Pemda berhasil membangun 14 unit MCK.
Sarana tersebut diberikan warga Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, Desa Kedungmulyo, Sidotentrem, Sidodadi, Banjarjowo, dan Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan. Lainnya, Desa Wanglukulon, Jatisari, Desa Sendang, Kecamatan Senori, Desa Klotok, dan Bandungrejo, Kecamatan Plumpang, Â Desa Kedungmakam, Kecamatan Jatirogo, dan Desa Banjararum, Kecamatan Rengel.
“Tahun 2105 ada 14 unit sanitasi MCK, dan tahun 2016 baru di Kelurahan Karangsari dan Sendangharjo, Kecamatan Tuban,†jelasnya.
Diketahui, sesuai catatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban 60 persen rumah tangga wilayah setempat masih memiliki pola MCK buruk. Mayoritas berada di Kecamatan Soko, hampir 45 persen warganya belum memiliki MCK yang baik. (Aim)