SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur, mencium gelagat di sembilan titik prostitusi masih rawan beroperasi selama bulan suci Ramadhan. Sebab, informasi yang dihimpun dari lapangan, masyarakat setempat masih resah adanya aktivitas yang terlarang tersebut.
“Masih ada sembilan titik yang rawan beroperasi,†kata Sekretaris Satpol PP Tuban, Hery Muharwanto, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (8/6/2016).
Meskipun Pemda sudah mengintruksikan untuk tutup selama bulan puasa. Tetapi kenyataannya masih ada laporan soal beroperasinya prostitusi.
Untuk mengantisipasi maraknya penyakit masyarakat. Timnya terus melakukan patroli, dan pengawasan secara ketat.
“Kami jadwalkan patroli paling lama tiga hari sekali, jangan sampai ada aktivitas prostitusi disana,†imbuh Heri.
Pihaknya menjelaskan sembilan titik rawan prostitusi meliputi, kawasan Gading, Desa Mamer, Kecamatan Bancar, kawasan Dasin, Kecamatan Jenu, Parkir Kargo, Semen Indonesia (SI) di Kecamatan Merakurak.
Lainnya, kawasan Gandul, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kawasan Pakis, Kecamatan Plumpang, Kawasan Mrutuk, Kecamatan Widang, kawasan Gabluk, Selogabus, dan Cangkring Kecamatan Parengan.
Dia menduga selama bulan puasa sembilan titik tersebut masih rawan beroperasi. Tercatat, di kawasan Gandul, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, beberapa kali kedapatan wanita tuna susila yang masih beroperasi secara terselubung.
“Kami pantau terus yang paling sering di Gesing,†tambahnya.
Meskipun kawasan Gandul telah direlokasi, dan seluruh penghuninya dipulangkan. Kenyataannya masih ada temuan serupa. Sehingga tidak menutup kemungkinan di lokasi lain juga sama.
“Jika tempat itu masih rawan kami ketatkan pengawasan,†tegasnya.
Pihaknya berharap, untuk mengurangi penyakit tersebut dibutuhkan sinergi dari masyarakat. Sebab, urusan sosial dan lahan nafkah akan banyak kendala. Sehingga dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan. (Aim)