SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Satu titik trotoar Pantura di Jalan RE Martadinata, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ambrol sedalam 2 meter. Insiden ini terjadi semalam (10/6), dan disinyalir akibat terjangan ombak besar.
“Kejadiannya semalam waktu habis salat tarawih,†kata salah seorang pejalan kaki yang melintas, Duchroini, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (11/6/2016).
Ditanya soal waktu tepatnya insiden itu terjadi, mengaku tidak ingat. Hanya saja ketika trotoar ambrol masih ada muda mudi yang nongkrong di trotoar.
Pantauan di lokasi, titik longsor trotroar sepanjang empat meter, lebar dua meter, dan kedalaman dua meter. Selain itu, disekitar lokasi juga sudah ada tanda keretakan lainnya. Terbukti ubin sudah banyak yang keropos dan berlubang.
“Semoga ada tindakan cepat dari Pemda Tuban,†imbuhnya.
Sementara, salah seorang nelalyan asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Tasmadi, membenarkan bahwasanya trotoar di Jalan RE Martadinata ambrol semalam. Sebab gelombang besar sudah melanda sejak tiga hari terakhir.
“Ombak besar datangnya biasanya pukul 10.00 WIB pagi,†sambung Tasmadi.
Secara geografis pantai Tuban membentuk lekukan. Sehingga ketika ada angin dari timur maupun barat. Otomatis diiringi gelombang besar, dan imbasnya menggenangi pemukinan warga, serta rusaknya tangkis penahan ombak.
Tapi gelombang tinggi tidak berbahaya, manakala wilayah setempat masih ada pantainya. Sebab ketika gelombang datang, akan diredam oleh pasir. Berbeda dengan dibangunnya tangkis. Ombak akan semakin kuat menghantam, sebab tidak ada peredam alami berupa tanah atau pasir.
“Dia berharap semoga ada tindak lanjut dari Pemda ,†jelasnya
Diketahui, hingga berita ini ditulis belum ada rambu apapun di lokasi. Padahal ketika sore hari menjadi salah satu tempat favorit menunggu waktu berbuka puasa. (Aim)