SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Surabaya – Pertamina EP Asset 4 Field Cepu mengaku, selain berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri, juga menggandeng para wartawan. Karena wartawan adalah mitra kerja sebagai kontrol atas kebijakan. Hal itu supaya berita yang disajikan kepada masyarakat tidak bias.
Agus Amperianto, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, menuturkan, Pertamina selalu terbuka dengan kebijakan operasi.
“Dan itu sangat penting,” katanya saat menyampaikan sambutan pada Pelatihan Fotografi dan Videografi Jurnalistik, di Surabaya (14/6/2016).
Dia menambahkan, hot isu yang menjadi perhatian selama ini adalah pencurian minyak, tumpang tindih lahan, izin tak kunjung keluar, dan upaya ilegal distribusi hilirnya.
“Ini menjadi menarik untuk diinformasikan, maka diperlukan koordinasi TNI, dan Kepolisian. Selain itu, Pertamina juga perlu menggandeng wartawan untuk bisa berjalan bersama,” kata dia.
Menyinggung soal kegiatan tersebut, menurut Agus, Foto menjadi sangat penting dalam pemberitaan. “Foto mencerminkan profesionalisme pengelolaan berita oleh perusahaan,” jelasnya.
Pihaknya mengaku, pernah memprotes pada media nasional lantaran ketidaksesuaian antara berita dan foto yang dimuat. (Ams)