Khawatirkan Ada Oknum Palsukan Kemasan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengkhawatirkan adanya oknum yang memalsukan kemasan kecap ukuran 620 Mililiter (ML). Kekhawatiran tersebut berdasarkan kemasan kecap yang diproduksi di Jalan HOS Cokroaminoto Tuban warna kuningnya berbeda.

“Warna kuningnya berbeda ada yang cerah dan tidak,” kata Kasi Meteorologi dan Perlindungan Konsumen, Disperpar Tuban, Sunaryo, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/6/2016).

Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya pekan depan akan memanggil pemilik swalayan dan produsen kecap Tuban. Tujuannya memastikan apakah perbedaan warna kemasan tersebut wajar.

Apabila perbedaaan warna kemasan itu hal biasa, dan benar diproduksi dalam pabrik kecap. Disperpar hanya mengingatkan untuk meningkatkan pengecekan produk kecap sebelum diedarkan.

“Penyebabnya banyak oknum yang mudah memanipulasi kemasan kecap ukuran 620 ML itu,” imbuh Naryo.

Pasca pertemuan perdana dengan pemilik pabrik kecap dan manajer swalayan, pihaknya sudah tidak mempermasalahkan tanggal expirednya. Sebab ternyata dikemasan lama tanggal penggunaan tidak ketara. Mulai saat ini produsen diminta untuk memasang jelas tanggal expirednya.

Baca Juga :   Turun Temui Warga, Komut dan Manajemen PEPC Pastikan Program PPM Gerakkan Ekonomi

“Saat ini sudah jelas batas pemakainnya sampai tahun 2018,” tembahnya.

Ketika ditanya soal ganti rugi kecap berbusa yang beredar beberapa waktu lalu. Pihaknya kini sudah menyiapkan penggantinya.

“Kemarin pemilik swalayan langsung memberikan ganti produk serupa,” jelasnya.

Hingga kini ganti rugi kecap kepada konsumen belum diserahkan. Kecap akan dibagi setelah pertemuan kedua dengan produsen, dan pemilik swalayan yang menjual kecap tersebut.

Diketahui, awal bulan Juni 2016 lalu, banyak konsumen Tuban yang menemukan kecap kemasan kembung. Setelah dibuka kecap sudah berbusa, dan rasanya asam. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *