SuaraBanyuurip.com -Â D Suko Nugroho
Bojonegoro – Petani Dusun Kaliglonggon, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak lagi ketar-ketir lahan persawahan mereka terimbas luberan air dari lokasi proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, saat musim penghujan.
Sebab sekarang ini ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Lembaga Swadya Masyarakat (LSM) Fospora telah melakukan normalisasi Kali Glonggong di dusun setempat.
Dalam pelaksanaannya, program normalisasi Kali Glonggon ini melibatkan peran aktif masyarakat setempat mulai dari pengusulan, perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan.
Normalisasi Kali Glonggong yang dilaksanakan sepanjang 607 meter yang terdiri dari tiga pekerjaan. Rinciannya pekerjaan vero sepanjang 445 meter, tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 134 meter, dan bronjong 28 meter yang semuanya telah selesai seratus persen.
“Tinggal bronjong 70 meter di bibir sungai besar,” kata Suntoko, Teknisi Desa Program Normalisasi Kali Glonggong kepada suarabanyuurip.com ditemui di lokasi pekerjaan.
Normalisasi Kali Glonggong ini mulai dikerjakan tiga bulan lalu dengan melibatkan tenaga kerja 45 dari warga setempat.
Manager Program Fospora, Moch Kamari Muslim menambahkan, sesuai perencanaan awal panjang normalisasi 574 meter, namun dengan adanya tambahan swadaya masyarakat bertambah menjadi 607 meter.
“Sekarang ini total keseluruhan pekerjaan telah mencapai 80 persen. Ditargetkan maksimal Juli selesai,” sambung Kamari dikonfirmasi terpisaah.
Ditambahkan tujuan program normalisasi Kali Glonggong ini untuk menampung bagaimana air hujan yang berasal dari lokasi proyek Banyuurip bisa langsung masuk ke sungai.
“Sehingga tidak meluber ke persawahan warga dan bisa memperlancar aliran air,” pungkasnya.(suko)