Luncurkan Website dan Penyerahan Akta Koperasi

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno 

Blora – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Akademika melakukan penutupan program pengembangan keramik Desa Balong, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, setelah tiga tahun melakukan pendampingan.

Melalui program Corporate social responsibelity (CSR) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggandeng LSM Akademika sebagai pendamping program selama tiga tahun telah terlaksana dan berhasil dalam melakukan pengembangan keramik Blora.

Penutupan tersebut ditandai dengan peluncuran Website koperasi yang dapat diakses di www.keramikblora.com, serta penyerahan akta badan hukum koperasi Agung Bawono Aji. Sebagai wadah bagi para pengerajin untuk meningkatkan produktifitas pengrajin dan lebih berkualitas dalam berkarya.

“Didukung dengan informasi teknologi yang modern termasuk Website sehingga mampu memasarkan keramik yang lebih luas,” ujar Suwarno, ketua LSM Akademika, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (20/6/2016) di Balai Desa Balong.

Menurutnya, pelaksanaan Program pengembangan keramik berbasis Manajemen di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) EMCL terbukti berhasil dalam peningkatan kualitas hidup dan kapasitas masyarakat.

“Produktifitas pengrajin meningkat menjadi rata –rata 900 buah per bulan. Hasil karya lebih berkualitas meningkat hingga 100% baik mutu maupun model yang mencapai 50 varian produk,” ungkapnya.

Baca Juga :   Berharap EMCL Tuntaskan TPT Mojodelik

Selain produktifitas dan hasil lebih berkualitas, dalam hal pemasaran juga meningkat tajam dibandingkan sebelum ada program pengembangan keramik dari EMCL. Terbukti dengan Praktek Pemasaran pada Inacraft 2016 di JCC Jakarta tanggal 20 – 24 April 2016, event berkelas nasional dan diikuti berbagai Negara dapat bersaing dan berhasil mendapatkan omzet yang cukup besar.

“Saat ini telah banyak pesanan keramik yang ditunggu oleh konsumen,” ucapnya. 

Sementara, Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, mengaku, berbangga bisa membantu para pengerajin dalam mengembangkan Keramik Blora.

“Dari nol bisa sampai repeat order,” ujarnya. 

Dia berpesan, pengerajin keramik Balong jangan hanya bisa meniru. Tapi harus menciptakan produk baru ikon Blora.

“Supaya masyarakat bisa tahu baik dari wrna maupun bentuk. Bahwa itu adalah keramik Blora,” pesan Rexy. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *