Penambang Minyak Segera Dikumpulkan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pemerintah Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dalam pekan ini berencana mengumpulkan ratusan penambang minyak di Desa Kaligede, Senori. Rencana pertemuan tersebut dalam rangka penyuluhan soal keamanan dan kenyamanan mengolah minyak mentah menjadi Solar.

“Kami rencanakan pengumpulannya hari Kamis (23/6) mendatang,” kata Camat Senori, Eko Julianto, kepada Suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Selasa (21/6/2016).

Dia berharap pertemuan ketiga kalinya membuahkan hasil. Sebab pertemuan dua kali sebelumnya belum optimal. Terbukti masih banyak pengolah minyak mentah yang mengabaikan prosedur pengolahan.

Meskipun pengolahan minyak Kaligede tergolong tradisional, namun harus tetap mewaspadai resiko bencana. Sekecil apapun resiko harus diantisipasi, demi keamanan dan kenyamanan pemukiman sekitar.

“Kebakaran hari Senin (20/6) kemarin merupakan insiden kedua kali,” imbuh Eko.

Insiden kebakaran pertama di Kaligede sangat serius. Tercatat kebakaran tanggal 15 September 2016 lalu, melalap habis empat rumah, dan sebuah gedung SDN II Keligede.

Kebakaran kedua juga sama, membumihanguskan 3 rumah warga yang difungsikan sebagai lokasi pengolahan minyak.

Baca Juga :   Tukar Guling TKD Pipa Minyak Blok Cepu: 3 Desa Tinggal Pelepasan, 8 Desa Tunggu Persetujuan Gubernur

“Resiko ini harus dicegah salah satunya melalui penyuluhan,” jelasnya.

Rencananya dalam penyuluhan tersebut akan menggandeng tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban. Dengan lokasi pertemuan langsung di Balai Desa Kaligede.

Ketika disinggung soal jumlah penambang, Camat Eko belum dapat menjelaskan detail. Sebab mayoritas warga Kaligede menggantungkan hidupnya pada minyak.

Sementara, Kabid Kesiapsiagaan Bencana dan Logistik BPBD Tuban, Saefiudin, mendukung rencana dari Muspika Senori. Sudah seharusnya Muspika giat, dan memberikan penyuluhan soal keamanan menambang.

“Rencana penyuluhan sudah diagendakan Muspika Senori,” sambungnya.

Pihaknya menambahkan, meskipun praktik menambang minyak Kaligede belum berizin. Tetapi penambang harus ingat keselamatan keluarga jauh lebih penting dari pada urusan perut. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *