Penambang Sepakat Jauhkan Lokasi Pengolahan Minyak

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Mayoritas penyuling minyak mentah menjadi Solar di Desa Kaligede, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sepakat menjauhkan lokasi pengolahan minyak dari pemukiman warga.

Kesepakatan tersebut tercapai setelah berdiskusi panjang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), meliputi, Muspika, Polsek, dan Danramil Senori di Balai Desa Kaligede.

“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan bersama warga Kaligede,” kata Camat Senori, Eko Julianto, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (23/6/2016).

Dalam kesempatan tersebut Muspika hanya berpesan, insiden kebakaran Kaligede tanggal 20 Juni kemarin terakhir kali. Apabila masih terjadi insiden serupa, warga harus bertanggungjawab untuk membantu korban kebakaran.

“Pesan itu disetujui warga,” imbuh Eko.

Pihaknya sangat menyayangkan adanya kebakaran di Kaligede. Sebab setiap ada insiden kerugiannya lumayan besar. Tercatat, kebakaran tanggal 15 September 2016 lalu, melalap habis empat rumah, dan sebuah gedung SDN II Keligede. Kebakaran kedua juga sama, membumihanguskan 3 rumah warga yang difungsikan sebagai lokasi pengolahan minyak.

Dia menjelaskan, rata-rata penyuling memperoleh minyak dari Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Sebab cadangan minyak di beberapa sumur di Desa Banyuurip, dan Wonosari, Kecamatan Senori, sangat minim.

Baca Juga :   Gelar Pelatihan Manajemen Proyek, PPSDM Migas Dukung Proyek Pembangunan RPJMN

“Mayoritas dari Wonocolo sebab di kaligede tidak ada sumur minyaknya,” jelasnya.

Sementara,  Pertamina Eksplorasi Produksi (P EP) Asset 4 Field Cepu, selaku pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) menegaskan, praktik penambangan di Kaligede sangat berbahaya karena tidak sesuai prosedur keamanan.

“Pengolahan minyak yang tidak aman jelas mencemari lingkungan,” kata Field Manajer Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *