SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa) memprediksi asumsi produksi siap jual atau lifting minyak dan gas bumi (migas) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017 menurun.
“Bisa jadi, asumsi lifting menurun dari tahun ini,” ujar Kepala Perwakilan Jabanusa, Ali Masyhar, saat dihubungi Suarabanyuurip, Sabtu (25/6/2016).
Penurunan lifting migas, menurutnya, dikarenakan adanya penurunan produksi secara alamiah dari semua sumur minyak. Sehingga, ada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang tidak mencapai target. Meski demikian, produksi nasional masih tertolong dengan adanya Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang memproduksi 185 ribu barel per hari (Bph).
“Ya semoga saja, lifting migas bisa bertahan seperti tahun ini. Karena, KKKS juga berupaya mempertahankan produksi dengan menservice sumur,” tukasnya.
Dari data yang didapat Suarabanyuurip.com, saat ini asumsi lifting minyak dalam Rancangan APBN 2017 dipasang lebih rendah dari tahun ini.
Asumsi lifting minyak yang dipasang dalam RAPBN-P tahun 2016 menyebutkan, hanya sebesar 825 ribu Bph saja. Jumlah ini menurun dari target lifting pada tahun ini sebesar 825 ribu dan teralisasi sebesar 833 ribu Bph.(Rien)