SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) hingga kini belum mendapatkan kesepakatan harga gas dengan PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC).
Patokan harga gas di J-TB sebesar US$ 8 eskalasi dua persen per mmbtu. Harga ini sesuai dengan proposal rencana pengembangan lapangan atau Plan of Development (PoD) Lapangan J-TB yang sudah disetujui oleh pemerintah.
Namun, PT Pupuk Kujang menginginkan harga yang lebih rendah, yaitu US$ 7 per Million Metric British thermal unit (MMBtu).
“Saat ini harga gas dengan PT PKC masih dalam pembahasan dengan Pemerintah dan belum ada titik temu,” kata Public and Government Affair Manager PEPC, Abdul Malik saat dihubungi Suarabanyuutip.com, Senin (27/6/2016).
Meski demikian, pihaknya tidak bisa menurunkan harga karena selain sudah ditetapkan, juga harganya disesuaikan dengan harga pasar.
“Solusinya ya ada di pemerintah,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru ditargetkan mulai berproduksi sebesar 227 juta kaki kubik per hari pada kuartal pertama pada tahun 2019, sedang puncak produksinya sebesar 315 juta kaki kubik ditargetkan pada tahun 2020.
Sementara PT PKC melakukan proses produksi pada tahun 2022. Saat ini, masih dalam tahap pembebasan lahan dan perizinan di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. (Rien)