SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Keberadaan proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang dioperatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) di wilayah Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur tak selalu berdampak negatif, namun memunculkan dampak positif bagi warga sekitar.
Meski belum maksimal, selain dapat memberikan perkembangan peningkatan infrastruktur yang ada di desa, proyek tersebut dapat meningkatkan perekonomian warga. Salah satunya adalah melalui dunia usaha kecil membuka warung kopi, makanan dan minum (Mamin) ringan.
Dari pantauan di lapangan menyebut, sejak dimulainya pekerjaan proyek J-TB beberapa bulan lalu sedikitnya sudah berdiri sekira 8 warung mamin di pinggir jalan menuju lokasi J-TB. Hanya saja, di bulan ramadhan ini tidak semua buka. Ada yang tutup, dan ada juga warung yang belum ditempati untuk jualan.
“Ya sudah dua bulan lalu, saya buka warung di sekitar proyek J-TB ini,” kata Anik, warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonnegoro, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (27/06/2016).
Anik menjelaskan, upaya membuka usaha warung ringan ini dilakukan untuk menambah peningkatan ekonomi. “Usaha rejeki untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Pak,” jelasnya.
“Alhamdulillah dengan adanya proyek J-TB ini juga bisa membuka peluang usaha kecil seperti yang saya lakukan ini, Pak. Karena, selain pembelinya dari warga, juga tenaga kerja proyek. Kalau berapa hasil yang saya dapat belum bisa menafsir. Sebab, pekerjaan proyek belum maksimal, jadi belum banyak tenaga kerja yang terlibat,” imbuhnya.
“Saya sangat mendukung adanya warga yang membuka warung di sekitar proyek J-TB ini. Karena, tenaga kerja proyek yang ada lebih dekat jika membutuhkan kopi atau Mamin lainnya. Lain itu, setidaknya juga dapat memberikan peningkatan ekonomi warga sekitar yang tidak bisa terlibat di proyek J-TB,” sambung Jumadi warga lain. (Rien)