SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – PT Pertamina (Persero) marketing Operating Region V bakal menambah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kg sebanyak 20 persen. Penambahan tersebut akan dilakukan setiap hari menjelang lebaran, hingga permintaan akan bahan bakar kembali normal.
“Ini komitmen kami mempersiapkan kelancaran arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437H/ 2016,” kata General Manager (GM) Pertamina MOR V, Ageng Giriyono kepada suarabanyuurip.com, dalam siaran persnya, Selasa (28/6/2016).
Ageng menjelaskan, pasokan 20 persen tersebut sebagai tambahan stok BBM di setiap SPBU. Dimana hingga kini rata-rata normal konsumsi BBM sebesar 11.855 Kilo Liter (Kl)/hari.
Selain itu, khusus BBM jenis Solar diprediksi cenderung turun 8 persen. Mengingat dari Pemprov Jatim melarang kendaraan berat beroperasi mulai H-5 sampai dengan H+3 Lebaran.
“Sehingga rata-rata penyaluran normal harian 6.705 KL,” imbuhnya.
Untuk Bahan Bakar Khusus (BBK) Non Subsidi jenis Pertamax, dan Pertalite, pada musim mudik 2016 ini, Pertamina menambahkan hingga 45 persen untuk Pertamax. Penyebabnya semkain hari antusias konsumen terus bertambah.
SedangkanPertalite telah disediakan tambahan 48 persen, dari rata-rata harian normal 2.870 KL. Adapun untuk outlet penyedia BBK Non Subsidi tersebut, tersedia di 1133 SPBU untuk Outlet Pertamax dan 727 SPBU, dan Outlet Pertalite dari total 1160 SPBU yang ada di wilayah MOR V.
“Optimalisasi supply & distribution juga dilakukan dengan penambahan armada mobil tangki sebanyak 21 unit mobil tangki ukuran masing – masing 24KL, Rail Train Wagon (RTW) 40 ketel ke TBBM Madiun dan 40 ketel ke TBBM Malang serta 2 tanker masing -masing kapasitas 3600 DWT,” tambah Ageng.
Pihaknya memastikan seluruh Terminal BBM, dan SPBU yang berada di jalur strategis mudik dan wisata akan beroperasi 24 jam khususnya pada H-7 dan H+7. Selain itu, akan membentuk Satgas di Kantor Unit Pertamina MOR V maupun di unit-unit lokasi Pertamina MOR V mulai dari H-15 sampai dengan H+15.
“Kami juga bersinergi dengan Hiswana Migas untuk mengawasi angkutan BBM/LPG di titik macet, serta koordinasi dengan Otorita Dermaga untuk kelancaran supply BBM melalui tanker,” jelasnya.
Khusus LPG, Pertamina sudah melakukan penambahan penyaluran secara bertahap pada awal bulan puasa di bulan Juni sebesar 4 persen dari konsumsi normal bulanan dan 13 persen di bulan Juli dari konsumsi normal bulanan sebesar 105.413 Metric Ton (MT) per bulan.
Selain LPG 3 Kg, Pertamina juga menambah pasokan LPG Non Subsidi (LPG 12 Kg dan Bright Gas) sebesar 2,1 persen dari rata2 pasokan normal. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan konsumen setia pengguna LPG 12 Kg dan Bright Gas.
“Untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, Pertamina akan menginstruksikan kepada semua SPBE dan Agen untuk meningkatkan buffer stock LPG, menambah waktu pelayanan, dan menunjuk beberapa Agen Satgas dan Pangkalan Siaga yang akan buka pada hari H lebaran,” bebernya.
Upaya mengantisipasi pangkalan tutup saat Lebaran, Pertamina telah menyediakan LPG 3 kg dan 12 kg di 586 SPBU. Serta 781 modern market yang tersebar di wilayah Jatim Balinus, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Sebagai antisipasi kemacetan, Pertamina MOR V akan menyiagakan 18 SPPBE Kantong tersebar di wilayah MOR V,” pungkasnya.(aim)