SuaraBanyuurip.com -Â D Suko Nugroho
Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto menyatakan, sumber daya alam berupa migas yang ada di wilayahnya harus memberi rasa bahagia kepada masyarakat. Untuk mewujudkan itu pendapatan dari migas harus dikelola dengan baik agar membawa berkah, bukan musibah.
“Banyak daerah-daerah yang kaya migas justru masyarakatnya miskin, kerusakan lingkungan semakin parah, korupsi meraja lela, uang dihambur-hamburkan. Itu terjadi karena tidak dikelola dengan baik,” kata Suyoto saat buka puasa bersama dengan Perwakilan SKK Migas Jabnusa bersama KKKS Cluster Bojonegoro, dan jajaran Forpimda di Pendapa Malwopati, Selasa (28/6/2016).
Karena itu, lanjut Bupati yang akrab di sapa Kang Yoto itu, pendapatan dari migas yang diterima Bojonegoro harus benar-benar diperuntukan sesuai kebutuhan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan seperti peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Apalagi, kata dia, pendapatan migas yang diterima Bojonegoro sebagai daerah penghasil selalu berubah-ubah menyesuaikan harga minyak dunia. Kang Yoto mencontohkan, seperti tahun 2015 lalu, target DBH yang diterima Bojonegoro dari Kementerian Keuangan sebesar Rp 2,6 triliun, namun direvisi menjadi Rp 1,4. Dari jumlah itu direvisi kembali dan turun menjadi Rp800 milyar, dan tahun ini dikabarkan meningkat menjadi Rp900 milyar karena harga minyak duni telah menyentuh USD 50 barel.
“Seperti pemberian bantuan Rp2 juta per siswa tingkat SMA sederajat agar mereka tidak drop out, dan biasiswa untuk perguruan tinggi,” kata Suyoto, mengungkapkan.
Bupati berharap dengan pendapatan migas ini dapat mewujudkan masyarakat Bojonegoro yang produktif, dan mampu mensejahterakan masyarakat.
“Seperti Singapura, China, dan negara maju lainnya, mereka tidak mengandalkan sumber daya alam, tapi sumber daya manusia,” pungkas Kang Yoto.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Ali Mashar mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk komunikasi dan koordinasi yang dikemas dalam buka puasa bersama.
Diharapkan hubungan yang sudah terjalin baik selama ini antara SKK Migas bersama KKKS dengan pemkab dan jajarannya, serta semua komponen masyarakat dapat mendukung tugas negara dalam mengeskplorasi dan mengeksploitasi migas.
“Semoga kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di Bojonegoro berjalan lancar, dan membawa berkah. Karena sumber migas sebesar-sebarnya untuk kesejahteraan rakyat,” harap Ali Mashar.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan anggota DPRD, pejabat lingkup pemkab, camat, kapolsek, tokoh masyarakat, dan masing-masing KKKS Cluster Bojonegoro, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat. KKKS Cluster Bojonegoro adalah ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator migas Blok Cepu; Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), operator Unitisasi Gas Lapangan Jambaran Tiung Biru (J-TB); Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOBP-PEJ); dan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu, operator Sumur Tiung Biru (TBR).(suko)