Pasar Tumpah Glondong Picu Kemacetan Pantura

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban –  Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah, pasar tumpah di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih menjadi pemicu kecametan di jalur Pantura setiap tahunnya. Seperti hari biasa puncak kemacetan terjadi mulai pukul 11:00 WIB hingga pukul 13:00 WIB.

“Kemacetan terjadi ketika pelelangan ikan di TPI setempat mulai dibuka,” kata Kasatlantas Polres Tuban, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dhino Indra, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (1/7/2016).

Terlebih ketika nelayan tiba, lalu lintas di jalur Pantura Glondong dipastikan merayap. Penyebabnya puluhan tukang becak, angkutan umum, konsumen, tengkulak ikan tumpah ruah memadati pasar.

Suasana ini sudah menjadi bagian dari keberadaan pasar tumpah Glondong. Karena hingga kini belum adanya fasilitas parkir sekitar pasar. Sehingga aktifitas nelayan, pedagang, dan parkir kendaraan hampir menutupi separuh badan jalan Nasional.

“Hal ini sulit diurai sebab aktifitas bongkar muat barang hanya terjadi di jam-jam tertentu,” imbuh Dhino.

Mengantisipasi hal tersebut, Satlantas Polres Tuban akan menempatkan petugas jaga di lokasi selama 24 jam. Sesuai catatannya sepanjang jalur Pantura mulai Kecamatan Bancar hingga Widang, kemacetan terparah hanya terjadi di Glondonggede.

Baca Juga :   Rumah Janda Penjual Krupuk di Tuban Terbakar

Sementara aktifitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Bancar, dan Palang tidak ada kendala berarti. Sebab jarak TPI dengan jalur Dandeles cukup jauh.

Pihaknya berharap masyarakat maupun pemudik untuk meningkatkan kewaspadaannya menjelang lebaran. Sebab arus kendaraan akan meningkat mulai H-3 Idul Fitri.

Sesuai catatan Satlantas, hingga H-5 ini belum ada kenaikan instensitas kendaraan, baik dari arah Semarang, maupun Surabaya.

Diketahui, pasar tumpah Glondonggede, Tambakboyo, letaknya diapit oleh dua pelabuhan semen besar milik PT Semen Indonesia (PT SI), dan PT Holcim. Sehingga ketika jam keluar masuk pekerja semen, tingkat kecamaten di wilayah setempat meningkat.

Salah satu warga asli Glondonggede, Kailan (35), membenarkan soal kemacetan di desanya. Sebab saban hari pasar tumpah menjadi pusat mencari nafkah warga Glondong, selain mengandalkan hasil pertanian.

“Bagi warga kemacetan ini sudah biasa,” singkatnya.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *