SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Lahan parkir di wilayah Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah, dikuasai kelompok pemuda sekitar. Hal itu seperti tampak di Jalan Raya Cepu depan pasar plasa. Sehingga mengundang pertanyaan dikalangan masyarakat.
Wahyu, salah satu yang meemarkirkan kendaraannya di depan pasar plasa, mengaku, heran. Selain tarif parkir naik hingga Rp 2.000 banyak petugas parkir tak berseragam.
“Dari pengakuan mereka, para petugas parkir itu adalah kelompok pemuda sekitar,” katanya, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (4/7/2016).
Hal itu juga membuat Wahyu tidak nyaman. Dari beberapa tempat yang dia kunjungi, rata-rata tarif parkir Rp2.000 per unit kendaraan.
“Coba kalau sampai sepuluh tempat lumayan kan, dan saya berharap pihak berwenang segera mengambil sikap untuk menertibkannya,” terangnya.
Sementara, Ahmad Komeidi, pemuda setempat, mengaku petugas parkir dari dinas terkait diliburkan. “Petugas parkir sengaja diliburkan dan diganti pemuda kampung semua saat menjelang lebaran seperti sekarang ini,†katanya, kepada Suarabanyuurip.com saat ditemui dilokasi parkir.
Sepanjang jalan Raya Cepu tepatnya di depan pasar plasa Cepu, menurut dia ada empat titik yang dikuasai pemuda kampung setempat. Dia mengaku, tarif parkir memang sebesar Rp 2.000.
“Ini hanya saat ramadhan dan menjelang lebaran. Nanti juga normal lagi,†ujarnya.
Dari hasil yang didapat, Komeidi mengaku, dibagi rata kepada semua pemuda yang ikut bekerja menata parkir.
Agus Sungkowo, Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Terminal Cepu, Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora, tidak menampik kondisi tersebut. Bahkan, lahan parkir yang dikuasai pemuda sudah terjadi sejak dulu.
“Itu sudah biasa dan sudah lama seperti itu,†katanya. (ams)