Pembangunan Pipa Gas Gresem Terus Berlanjut

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, meskipun pemasangan jaringan gas (Jargas) rumah tangga di Bojonegoro dibatalkan, namun pemasangan pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) terus berlanjut.

“Rencananya, jargas rumah tangga dari proyek pipa gas Gresem. Sekarang ini pemasangan pipanya sudah sampai di Kecamatan Baureno,” ujar Kasi Minyak dan Gas, Dinas ESDM, Dadang Aris, Senin (4/7/2016).

Namun, dari informasi yang diterima proyek tersebut terancam kekurangan pasokan gas. Hal ini karena sumber gas yakni Jambaran-Tiung Biru (J-TB) baru berproduksi pada tahun 2019, sementara pembangunan pipa selesai pada 2017 mendatang.

“Pembangunan pipa Gresem ini ditargetkan selesai tahun depan, padahal produksi di J-TB baru mulai tahun 2019,” imbuhnya.

Selain masalah pasokan gas, kendala di lapangan juga dialami kontraktor saat melakukan pemasangan pipa. Diantaranya terkait perizinan dan lahan.

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengupayakan proyek ini berjalan lancar, salah satunya di Kecamatan Baureno yang sempat bermasalah dengan warga sekarang tidak lagi,” tukasnya.

Baca Juga :   Pengangguran di Desa Brabowan Ring 1 Migas Blok Cepu Capai Puluhan

Pipa gas Gresik-Semarang merupakan salah satu dari tiga ruas yang dilelang oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada 2006. Pipa gas yang bisa digunakan bersama ini berkapasitas maksimal 500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan diameter pipa sebesar 28 inchi.

Tidak hanya dari J-TB, gas ini akan dipasok dari Husky CNOOC Madura Limited. Ruas pipa transmisi gas baru ini dibangun sebagai jaminan penyediaan gas sepanjang pulau Jawa secara berkelanjutan.(Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *