SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, saat puncak produksi Blok Cepu terlaksana, otomatis  masyarakat perlu menyiapkan mental dan skill baik aparatur pemerintah kabupaten maupun desa.
“Hal ini supaya bisa memanfaatkan anggaran yang besar dari dana bagi hasil (DBH) Migas dengan baik,” ujar Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, Rabu (6/7/2016).
Meski ada pengurangan anggaran karena pencapaian DBH Migas kurang maksimal, namun sebaiknya penggunaan untuk sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan tidak berpengaruh.
“Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan DBH Migas sekarang ini,” tukasnya.
Selain itu, juga prioritas dalam pembangunan fisik dan mental harus dilakukan. Ini dikarenakan adanya pengaruh ekonomi, sementara pembangunan mental supaya tingkat pemahaman masyarakat bisa meningkat.
“Sehingga, antara fisik dan mental terjadi keseimbangan menuju kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Seperti diketahui, tahun ini target DBH Migas tidak tercapai karena harga minyak dunia yang terus menurun. Dari target sebesar Rp1,4 triliun, hanya terealisasi sebesar Rp800 miliar.(Rien)