SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Meski dilakukan penertiban oleh pemilik wilayah kerja pertambangan (WKP) sumur tua, Pertamina EP Asset IV Field Cepu, penambang di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih saja marak melakukan penyulingan secara tradisional sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan dan Malo.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Agus Supriyanto, mengatakan, pihaknya belum tahu berapa banyak produksi sumur minyak tua di Bojonegoro yang disuling penambang akibat tidak terbeli Pertamina EP Asset IV.
“Pemkab sudah berusaha melakukan pendekatan kepada Pertamina EP Asset IV. Agar membeli seluruh produksi sumur minyak tua tersebut,” ujar Agus Supriyanto, Rabu (6/7/2016).
Seorang penambang sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan, Fahrudin, menjelaskan, para penambang menyuling produksi minyak mentah yang tidak dibeli Pertamina EP Asset IV untuk dijadikan solar atau minyak tanah.
“Produksi hasil sulingan minyak mentah dijual di pasar bebas dengan harga Rp700 ribu/drum,” pungkasnya.(Rien)