Penjual Layang-Layang Raup Jutaan

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Tuban – Membludaknya wisatawan yang berkunjung di pantai mangrove Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur selama liburan panjang Idul Fitri menjadi ladang rejeki warga setempat dengan berjualan layang-layang.

Saat berkunjung wisata di tepi jalan nasional Tuban-Semarang ini yang cukup menarik perhatian adalah deretan layang-layang yang dipajang para penjualnya ditepi pantai. Warna-warni layang-layang dengan hiasan gambar kartun menjadi daya magnet tersendiri bagi para pengunjung.

Pengunjung yang membeli layang- layang bisa langsung menaikan layang-layang ditepi pantai dengan angin yang berhembus cukup kencang. Langit diatas pantai mangrove yang putih bersih terlihat lebih “berwarna” dengan hiasan ratusan layang-layang.

Salah satu penjual layang-layang, Huda, mengatakan, selama liburan Idul Fitri setiap hari mampu menjual 200 layang-layang. Ada dua jenis layang-layang yang dijual yaitu berbahan baku plastik yang dijual Rp30 ribu perbuah dan berbahan baku kertas dengan harga Rp15 ribu perbuah.

“Yang bahannya plastik lebih awet dan tidak mudah sobek. Setiap layang-layang sudah dilengkapi dengan benang yang digulung dibotol bekas air mineral,” cetusnya.

Baca Juga :   MCL - MercyCorps Luncurkan Program Tangguh

Berjualan dari pukul 7.30 pagi hingga 17.30 petang huda mengaku bisa mendapatkan keuntungan rata-rata Rp1 juta perhari.

“Alhamdulillah berkah lebaran, Mas,” ujar pemuda bertubuh kerempeng yang dihari-hari biasa bekerja sebagai sopir ini.

Sebagian besar para penjual layang-layang telah membidik moment lebaran ini. Untuk stok layang-layang mereka membuat sendiri satu bulan sebelum datangnya lebaran.

“Selama bulan ramadhan saya dan keluarga nglembur sebulan penuh membuat layang-layang,” tambahnya.

Penjual layang-layang lainnya, Bakir, menambahkan, meski penjualan cukup ramai namun omzetnya menurun dibanding lebaran tahun sebelumnya.

“Penjualanya turun 20 persen. Mungkin karena banyaknya penjual baru. Makhlum usaha ini mudah ditiru,” terangnya.

Para penjual layang-layang akan tetap berjualan hingga lebaran berakhir. Tidak ada arus mudik dan arus balik lagi.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *