SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora– Rencana Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merelokasi dan membangun Pasar Induk Blora mendapat sorotan kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Alasannya diperlukan kajian yang mendalam terkait dampak dan manfaat dari relokasi tersebut.
“Pemindahan pasar Induk Blora ke Kamolan perlu ada kajian lebih mantap,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Blora, Chandiq Isninanto belum lama ini.
Sementara itu, dalam pemindahan pasar induk Blora Tengah ke Kamolan Kecamatan Banjero, Pemkab Blora akan tetap bersikap hati-hati dan memperhatikan para pedagang.
“Semua itu untuk kenyamanan para pedagang, mengingat pasar induk di alamnya sudah tidak memadai,” kata Bupati Blora, Djoko Nugroho.
Relokasi ini dilakukan karena kondisi pasar tersebut sesak, kumuh dan menjadi biang kemacetan. “Solusinya harus direlokasi ke tempat yang lebih nyaman dan representattif,” ujarnya.
Saat ini rencana relokasi sedang ddalami terkait dengan perizinan, lingkunan hidup, tata kota, tata lingkunan dan sanitasi, trotoar, lampu jalan serta failitas umum lainnya. ‘
“Tahun 2016 ini akan dimulai pengurukan, pemadatan, pagar, prnghijauan, penerangan dan lain-lain,” ujar Kokok-sapaan akrab Bupati Blora.
Lahan yang akan digunakan sebagai pembangunan pasar mencapai seluas 4,4 hektar dan akan dibangun secara fisik pada tahun 2017. (ams)