SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Tradisi kupatan (ketupat) di Tanjung Kodok, Kecamatan Paciran yang lama mati suri dihidupkan lagi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, dalam sebuah event Festival Kupatan Tanjung Kodok Lamongan, pada Kamis (14/7/2016) besok.
Tanjung Kodok sendiri kini sudah menjadi kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL). Sedangkan tradisi kupatan yang oleh masyarakat pantura disebut dengan riyoyo kupatan atau hari raya ketupat ini terakhir dilaksanakan pada tahun 2010 silam.
“Tradisi kupatan di Tanjung Kodok ini dihidupkan lagi oleh Bapak Bupati Fadeli. Karena mengandung filosofi tinggi, mengenang syiar yang dilakukan oleh Sunan Drajat dan Sunan Sendang Dhuwur, “ kata Kabag Humas dan Infokom, Sugeng Widodo, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (13/7/2016).
Ditambahkan Sugeng, dalam festival yang akan dibuka Bupati Fadeli ini, dibuka dengan Tari Mayang Madu yang diilhami kegigihan syiar Islam oleh Sunan Mayang Madu di Lamongan. Sedangkan di Dermaga Marina sudah disiapkan defile 18 perahu hias.
Puncak festival bakal ditandai dengan kenduri kupatan, yakni makan ketupat bersama dengan seluruh masyarakat yang hadir di WBL.
Selain kenduri kupatan, menurut Sugeng, juga ada festival lomba kupat antar nelayan dengan menilai keunikan bentuk ketupat, hiasan perahu defile, komposisi dan rasa ketupat saat dicampur dengan lauk pauk.(tok)