SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Setelah melakukan penyelidikan secara maraton, akhirnya Kepolisian Sektor (Polsek) Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil mengungkap identitas mayat yang ditemukan warga Desa Sudu di sungai desa setempat, Minggu (17/7/2016), pukul 09.10 WIB.
Korban bernama Bagus Mustofa (21). Dengan alamat Desa Banyuurip, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.
“Korban masih berstatus mahasiswa,” tegas Kapolsek Gayam, AKP. Wiwin Rusli, kepada suarabanyuurip.com.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh pihak kepolisian dari keluarga korban, Bagus Mustofa mengalami gangguan jiwa. Korban telah meninggalkan rumah sejak Sabtu (16/7/2016) kemarin.
“Kata keluarganya seperti itu,” tandasnya.
Dari keterangan sejumlah saksi yang dikumpulkan pihak kepolisian, sebelum mengakhiri hidupnya, korban mendatangi Ahmad Rois (38), Â seorang tambal roda di Desa Sudu, Minggu sekitar pukul 04.30 WIB, untuk meminjam sebilah pisau.
“Korban tidak menjelaskan untuk apa. Hanya menerangkan kepada saksi kalau pisau itu nanti dibutuhkan agar diambil di bawah pohon mangga,” kata Wiwin menirukan keterangan saksi.
Kemudian sekitar pukul 05.30 WIB, lanjut Wiwin, Ahmad Rois mengaku melihat korban berada di pematang sawah milik Dasar, warga setempat yang berjarak sekira 200 meter dari bengkelnya. Kemudian oleh saksi didatangi untuk mengambil pisau miliknya
“Setelah sampai di tempat korban, saksi terkejut melihat korban sudah posisi terjatuh di sawah dan berguling-guling. Sedangkan pisaunya berada di pematang sawah,” ujarnya.
Melihat itu, Ahmad Rois kemudian memanggil Kusaeri (55), warga setempat, yang berada di sebelah utara korban dengan jarak sekira 70 meter dari sawah Dasar.
Namun mereka tidak berani menolong karena melihat korban berjalan sempoyongan di parit dengan tubuh bersimbah darah. Kemudian melaporkannya kepada Kepala Dusun Sudu, Karmani.
“Korban kemudian terjatuh di parit dan terseret arus ke Sungai Desa Sudu,” ucap Wiwin.
Tak lama berselang akhirnya tubuh korban terapung. Polisi dibantu warga kemudian mengangkat mayat korban dari sungai untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong jenasah dan dibawa ke RSUD Bojonegoro.
Dari hasil visum yang dilakukan, akibat percobaan bunuh diri tersebut korban menderita luka tusukan di bagian perut dan leher. Sekarang ini jenazah korban telah diserahkan kepada keluarganya untuk di makamkan.(suko)