SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Setelah tidak ada jawaban dari perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) soal kompensasi dampak gas buang (flare) Tapak Sumur (Pad A) Lapangan Mudi, Blok Tuban.
Ribuan warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berencana menggelar aksi turun jalan. Aksi tersebut ditargetkan melibatkan 2.000 warga Rahayu, dan desa ring 1 dari Lapangan Mudi yang di operatori Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
“Sesuai hasil musyawarah aksi digelar hari Kamis tanggal 21 Juli 2016 mulai pukul 07:00 WIB,†kata salah seorang perangkat Desa Rahayu, Sutikno, kepada Suarabanyuurip.com, melelalui pesan singkatnya, Senin (18/7/2016).
Aksi ribuan warga yang terhimpun dalam Gerakan Rahayu Kompensasi Bayar (Gerah Kobar) ini, bertujuan meminta kejelasan pencairan kompensasi dari JOB P-PEJ. Dimana sejak bulan Januari hingga Juli 2016, tak sepeserpun warga terdampak gas buang menerimanya.
Padahal beberapa tahun sebelumnya warga Rahayu menerima uang kompensasi kisaran Rp 300 hingga Rp 500 ribu per Kepala Keluarga (KK) per 4 bulan. Selain itu, khusus Dusun Kayunan per jiwa memperoleh kompensasi Rp 50 ribu setahun tiga kali.
“Kini warga geram mendesak supaya kompensasi segera diberikan, terlebih pasca melubernya api flare Pad A tanggal 29 Juni 2016 lalu,†imbuhnya.
Sebenarnya warga bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Rahayu, pasca lebaran Idul Fitri 1437 Hijriyah sedikit tenang. Sebab pihak JOB P-PEJ berjanji mendatangkan perwakilan SKK Migas Jabanusa, untuk menjelaskan soal kompensasi di Balai Desa Rahayu.
“Namun hingga hari ini belum ada tembusan kembali,†tambahnya.
Diketahui, sesuai rencana aksi bakal digelar di Tapak Sumur (Pad A), dan Pad B. Seluruh masa akan berkumpul terlebih dahulu di Balai Desa Rahayu. Sekaligus mempersiapkan alat peraga aksi yang terdiri dari poster, sepanduk, pengeras suara, hingga terop.
“Tidak menutup kemungkinan ada alat peraga lainnya yang dihimpun secara personal,†jelasnya.
Sutikno menambahkan, hari ini surat pemberitahuan unjuk rasa sudah disampaikan kepada Pimpinan Koramil Soko, Pemerintah Kecamatan Soko, Kades Rahayu, Sukisno, BPD Rahayu, dan pihak JOB P-PEJ. (Aim)