SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Tim utusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Pusat, telah mengunjungi dan menilai Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Tuban, Jawa Timur, sebagai juara 1 dalam mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat Provinsi Jatim tahun ini. Hasil penilaian tersebut akan menjadi rekomendasi mewakili Jawa Timur ke tingkat Nasional, Selasa (19/7/2016).
“Ada 3 point penilaian yang kami lakukan di SMPN 6 Tuban,†kata perwakilan tim Kemendikbud, Muji Purwono, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di SMPN 6 Tuban, Jalan Panglima Sudirman Tuban.
Tiga poin penilaian meliputi, perencanaan BOS tentang sejauh mana program perencanaan bantuan dana tersebut. Apakah sudah sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) untuk meningkatkan kesejahteraan siswa dan sekolah.
Kemudian cara pelaporan BOS sudah sesuai Juknis atau belum. Terakhir yang tidak kalah pentingnya yakni dampak dari BOS itu sendiri. Tentunya harus mampu meningkatkan aspek akademik, nonakademik, maupun lingkungan sekolah.
“Dana BOS harus tepat sasaran, dan berdampak pada pendidikan di daerah,†imbuhnya.
Selain melakukan verifikasi berkas BOS, tim juga melakukan komunikasi dengan perwakilan siswa, wali siswa, dan perwakilan manajemen sekolah. Tujuannya memperoleh tentang dampak dana BOS tahun 2016 secara langsung.
Sementara, Kepala Sekolah SMPN 6 Tuban, Zaenal Maftuhain, sangat mendukung verifikasi berkas BOS oleh tim Kemendikbud. Hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi salah satu SMP unggulan Tuban.
“Disamping itu pula tahun ini SMPN 6 sudah menerapkan kurikulum 2013,†sambungnya.
Diketahui, soal alasan verifikasi tersebut lantaran SMPN 6 menjadi salah satu sekolah terbaik Jatim dalam mengelola dana BOS. Sesuai instruksi dari Kemendikbud, setiap provinsi harus mengirimkan 3 perwakilan SMP untuk berkompetisi di tingkat Nasional.
Selain SMPN 6 Tuban, tim lain yang telah dikunjungi meliputi SMP Kabupaten Pasuruan sebagai juara 2, dan terkahir SMP Kabupaten Banyuwangi sebagai juara 3 pengeloaan BOS. (Aim)