SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Kantor utama kontraktor pelaksana proyek engineering, procurement, and construction (EPC)-1 Banyuurip, Blok Cepu, PT Tripatra yang saat ini tengah menyelesaikan proyek pembangunan CPF (Central Prosessing Fasility) milik ExxonMobile Cepu Limited (EMCL) telah selesai dibongkar.Â
Hal tersebut disusul dengan pembongkaran-pembongkaran kantor sementara lain yang berada di area TF (Temporary Fasility) di komplek EPC-1 Banyuurip di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Menurut keterangan salah satu pekerja, Muhajirin, kantor utama EPC-1 yaitu di TF-1 area sudah diratakan dengan tanah. Sedangkan beberapa pekerja yang masih tersisa menempati container-container yang masih ada di sekitar lokasi proyek.
‘’Setahu saya sih kantor utama EPC-1 yaitu di TF-1 sudah tidak ada, karena beberapa hari lalu sudah dibongkar dan sekarang sedang diratakan, katanya sih mau dikasih tanaman. Kalau pekerja yang tersisa saat ini menempati container-kontainer yang masih ada,’’ ujar Muhajirin, pekerja EPC-1 asal Kecamatan Ngasem ini, Rabu (20/7/2016).
Dia menyampaikan, ratusan perlengkapan kantor, baik meja, kursi, serta computer, sebagian besar juga sudah diangkut keluar untuk dibagi-bagikan kepada lembaga-lembaga dan institusi di sekitar area proyek.
‘’Yang masih tersisa biasanya peralatan-peralatan kantor yang kondisinya sudah tidak utuh, karena yang bagus-bagus sudah dipilih dan diangkut pakai truk keluar proyek,” imbuhnya.
Dari informasi yang didapat, semua peralatan tersebut akan disumbangkan ke daerah di sekitar lokasi proyek.
“Tapi saya juga tidak tahu disumbangkan kemana saja,’’ tandasnya.
Saat dihubungi terpisah, Communication Specialist PT Tripatra, Fajar Shodik, membenarkan keterangan tersebut.
Menurutnya, pekerjaan terbesar saat ini memang proses pembongkaran area perkantoran. Meski demikan, karena luasnya area yang harus dibongkar serta ditata kembali, tetap dilakukan secara bertahap.
‘’Memang benar Mbak kalau TF- 1 sudah selesai dibongkar, dan pekerjaan terbesar saat ini adalah proses pembongkaran dan pemindahan barang-barang ke warehouse. Namun karena luasnya area dan banyaknya barang yang harus kami pindahkan, tetap dilakukan secara bertahap,’’ ungkap Fajar Shodik.
Mantan wartawan media nasional tersebut juga memohon do’a restu dan dukungan dari seluruh warga masyarakat Gayam, terutama tokoh-tokoh masyarakat dan perangkat desa serta Muspika Gayam, agar proses pembongkaran di area EPC-1  bisa selesai dengan baik dan tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.
‘’Kami sudah menganggap seluruh warga di Kecamatan Gayam sebagai saudara dan tetangga kami, sehingga dalam proses pembongkaran ini, dengan kerendahan hati kami mohon do’a restu dan dukungan, agar semuanya bisa berjalan dengan lancar,’’ tambah Pria lajang asal Pekalongan tersebut. (Rien)