SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Tidak mau ketinggalan dengan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah saat ini tengah menggagas wisata sumur tua di wilayahnya. Sebagaimana diketahui, wilayah tersebut terdapat banyak titik sumur tua yang saat ini dikelola oleh Penambang. Satu diantaranya, di lapangan Ledok, Kecamatan Sambong.
Hal itu terungkap dalam rapat terbatas yang dilaksakan di ruang rapat Wakil Bupati Blora, Selasa (19/72016). Dengan memepertemukan Pemkab Blora, Pertamina EP Asset 4 field Cepu, dan Perhutani KPH Cepu.
Wakil Bupati Blora, Arief Rohman menyatakan, wisata sumur tua nanti akan diletakkan di Desa Ledok, Kecamatan Sambong. Konsepnya wisata itu berbasis alam dan tetap menjaga kelestarian hutan. Menurutnya, meski ada sumur minyak tua di Ledok tapi hutannya masih bagus.
Dia menjelaskan, narasi besar tentang wisata sumur tua di Desa Ledok nantinya akan terintegerasi dengan berbagai pihak. Pasalnya, di Ledok tidak hanya terdapat sumur tua. Namun, hutan yang cukup rindang dipadukan dengan adanya kolam dan titik wisata lainnya.
“Jadi ada kolam yang sumber airnya cukup bagus,” terangnya.
Pihaknya menambahkan, rencana pengembangan kawasan sumur tua tersebut dijadikan tempat wisata edukasi, telah mendapatkan persetujuan dari kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sehingga, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat akan segera dimatangkan konsepnya.
Dia mengaku, telah meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH), DPPKKI, Dinas Kehutanan dan Bappeda untuk berkoordinasi menindaklanjuti rencana tersebut.
Sementara, Humas SKK Migas Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa) M. Fatah Yasin, merespon baik atas rencana pembangunan wisata sumur minyak tua di Ledok. Hanya, dirinya meminta agar pemkab membuat perencanaan selanjutnya menunjuk konsultan agar SKK Migas bisa mempelajari lebih lanjut atas rencana tersebut.
“Jadi nanti kita lihat dulu konsepnya sekaligus ada rekomendasi ahli,” terang dia.
Prinsipnya SKK Migas tidak bisa mengeluarkan anggaran dadakan. Sehingga, perlu dimasukkan dalam perencanaan. (ams)