Enam Bulan, 13 KDRT Terjadi di Blora

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di wilayah Blora, Jawa Tengah, relatif tergolong rendah. Meski demikian, ada beberapa aduan yang membutuhkan penanganan serius.

“Perhatian kepada para ibu, sebab seorang ibu itu mempunyai potensi tinggi melakukan kekerasan terhadap anak. Karena miliki peran mendampingi anak selama 24 jam,” kata AS Tonny Games, salah satu nara sumber dari RSUD dr. R. Soetijono Blora saat memberikan materi dalam pelatihan pengurus pusat pelayanan terpadu (PPT) KDRT di salah hotel setempat, Kamis (21/7/2016).

Dia mengungkapkan, berdasarkan data di RSUD dr. R. Soetijono Blora mulai Januari hingga Juli 2016 ini terdapat 13 kasus kekerasan yang ditangani. Yakni 2 kasus kekerasan fisik dan 11 kasus kekerasan seksual.

“Pelayanan yang ditangani yaitu medis visum,” ujar dia menerangkan.

Kasus kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga ini bisa terjadi dilakukan oleh ibu, kakek, nenek, dan kerabat terdekat. Tidak terkecuali dilakukan oleh seorang ayah.

“Pernah bapak dan ibu membentak, menjewer atau memukul anak ? Stop, jangan dilakukan lagi,” tegasnya. (ams)

Baca Juga :   Minta Jalan Kaliglonggong - Templokorejo Diberi Saluran Air

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *