SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Operator Migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) meminta perwakilan massa dari forum Gerakan Rahayu Kompensasi Bayar (Gerah Kobar) untuk berdiskusi soal kompensasi di dalam kantor Tapak Sumur (Pad) B Lapangan Mudi. Permintaan tersebut sebagai respon atas tuntutan warga Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
“Ayo kita diskusikan di Pad B soal keterlambatan kompensasi hingga bulan ketujuh,” kata Field Admin Superintendent JOB P-PEJ, Akbar Pradima, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (21/7/2016).
Menurutnya berdiskusi bersama dengan ribuan massa tidak bakal efektif. Sehingga cukup perwakilan Koordinator Lapangan (Korlap) Gerah Kobar saja yang masuk.
“Hasilnya nanti kami harapkan disampaikan ke semua warga,” imbuh Akbar.
Sementara, Kepala Desa (Kades) Rahayu, Sukisno, tetap berkomitmen pada hasil koordinasi dalam forum Gerah Kobar beberapa waktu lalu.
“Pertemuan harus dilakukan di Balai Desa Rahayu itu sebagai penghormatan kami kepada perusahaan BUMN,” sambungnya.
Sesuai hasil kesepakatan pemdes bersama JOB P-PEJ, hari ini pihak operator bakal menyampaikan hasil riset tim ITS soal kompensasi. Tetapi agenda tersebut dinilai bentuk pengalihan aksi turun jalan warga.
“Alhamdulillah janji tersebut tidak mengalihakan tuntutan warga,” tambahnya.
Hingga kini Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, masih memediasi kedua belah pihak untuk menggelar pertemuan. Pihak Pemdes Rahayu enggan berdiskusi di kantor Pad B, begitupun sebaliknya pihak JOB P-PEJ juga tidak dapat memutuskan soal kompensasi meskipun digelar pertemuan di Balai Desa Rahayu.(aim)