Puncak Produksi Blok Cepu Bertahan 3 Tahun

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berharap produksi puncak minyak lapangan Banyuurip Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bisa bertahan selama tiga tahun.

“Kami berharap begitu, apalagi jika tidak ditemukan potensi cadangan minyak baru,” kata Kepala Humas SKK Migas, Taslim Z Yunus, Sabtu (23/7/2016).

Menurutnya, dari hasil perhitungan yang pernah dilakukan, produksi Blok Cepu sebesar 185.000 barel per hari (nph) itu hanya bertahan maksimal tiga tahun, bahkan kurang.

“Malah bisa jadi kurang dari tiga tahun,” imbuhnya.

Selain di Lapangan Banyuurip, harapan penunjang di Blok Cepu lainnya adalah lapangan Kedungkeris dengan potensi sekitar 200 juta barel. Jumlah ini, lebih kecil dibandingkan lapangan Banyuurip yang mencapai 450 juta barel.

“Di Kedungkeris hanya satu sumur minyak yang disetujui, tapi paling tidak ada tambahan produksi,” pungkas Taslim.

Produksi puncak Banyuurip ini berasal 48 sumur dengan rincian 16 sumur produksi dan 12 sumur injeksi. Produksi minyak itu dialirkan menggunakan pipa darat dan laut 20 inci sepanjang 79 kilo meter (KM) menuju penampungan yang terapung di tengah Laut Tuban seblum dikapalkan.(rien)

Baca Juga :   Strategi Subholding Upstream Pertamina Kejar Target 2022

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *