SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Berulang kali diduga melakukan kecurangan, Kepala Perawat OK (Kamar Operasi) dipersoalkan. Namun, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, hingga saat ini tetap mempertahankan oknum tersebut dari jabatannya.
Hal itu diungkapkan oleh Padangan Dilema ([email protected]), pengirim surat elektronik kepada beberapa Media dan Inspektorat beberapa waktu lalu. Bahwa oknum Kepala Perawat OK tersebut disinyalir telah berulang kali ketahuan melakukan kecurangan.
“Bahkan yang terakhir menarik uang benang ke Pasien. Padahal benang itu didapat dari rumah sakit dengan gratis sesuai jatah,” ungkapnya.
Semakin memunculkan keanehan ketika orang yang meduduki Jabatan Kepala Perawat OK (sebutan dikalangan rumah sakit) itu tidak pernah bergeser dari jabatannya. Meskipun berkali-kali oknum tersebut diduga berbuat curang.
“Belum lagi uang Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang hilang. Dan uang jasa perawat anestesi yang disunat,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, ternyata setiap ada pasien OK yang masuk, oknum tersebut mendapat jatah Rp.100.000 sebagai jasa makelar. Muncul kecurigaan, jika hasil dari kecurangan OK tidak dinikmati sendiri. Kasus terakhir, kata dia, keluarga pasien yang ditipu adalah pegawai negeri sipil (PNS).
“PNS tertipu itupun sampai bertanya ke BPJS. Lalu setelah mendapat keterangan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, PNS tersebut marah habis-habisan di kantor. Anehnya pihak kantor melindunginya,” kata dia.
Itu memunculkan kecurigaan menjadi asal-usul setoran upeti kepada oknum Petinggi Daerah Kabupaten Bojonegoro.
Sementara, Ninik Susmiati, Direktur RSUD Padangan, tidak banyak memberikan tanggapan. “Saya akan konfirmasi dulu ke yang bersangkutan,” ungkapnya. (Ams)