SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan jika semburan lumpur panas bercampur air di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang lebih berbahaya dari semburan lumpur di Desa Jari.
“Semburan di Desa Krondonan ini lebih berbahaya dari semburan di Desa Jari,†tegas Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo, Selasa (26/7/2016).
Hal ini dikarenakan semburan tersebut berupa lumpur bercampur air yang mendidih. Sementara, semburan sebelumnya tidak ada. Selain itu, semburan lumpur panas itu berbau menyengat yang mengeluarkan gas dan belerang.
“Meski begitu, kita tetap mengambil sample untuk dicek di laboratorium apakah berbahaya bagi masyarakat atau tidak,” imbuhnya.
Pihaknya mengingatkan warga setempat untuk tidak mendekat lebih dahulu karena mengandung gas karbon dioksida (CO2).
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Wilayah (Sekwilcam) Gondang, Basuki memaparkan pasca munculnya semburan yang muncul di lima titik di Desa Krondonan ini mengakibatkan tanaman di sekitar aliran lumpur mengering dan mati.
“Padahal tanaman jagung itu tinggal beberapa hari lagi bisa dipanen,” sambungnya.
Sebelumnya, BPBD meninjau adanya semburan lumpur panas yang muncul sejak Minggu (24/7/2016) lalu. Dari lima titik semburan, tiga di antaranya memiliki semburan dengan volume yang cukup besar.(rien)