SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Gedung Yayasan Nurul Hayat yang terletak di wilayah Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ludes dilahap si jago merah, Rabu (27/7/2016).
Beruntung insiden yang terjadi sekira pukul 18:00 WIB ini tidak memakan korban jiwa. Sebab semua santri pada saat itu sedang beribadah, dan tidak ada yang tinggal di basecamp putra yang terbakar.
Sementara, hasil evakuasi dan identifikasi tim di lapangan menyebut pemicu kebakaran diduga berasal dari korsleting arus pendek.
“Kita padamkan sampai pembasahan dan dimungkinkan aman,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, melalui pesan singkat kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (27/7/2016).
Pihaknya menjelaskan, dalam proses pemadaman ada 6 unit mobil pemadam yang dikerahkan. Terdiri dari 3 mobil PMK Pemda Tuban, 2 mobil PMK BPBD, 1 mobil PMK PT Semen Indonesia, dan tambahan 1 mobil penyuplai air untuk mobil pemadam.
Diperkirakan besaran kerugian dalam insiden kebakaran salah satu gedung Yayasan Nurul Hayat mencapai Rp 50 juta. Penghitungan tersebut berdasarkan kondisi gedung yang terbakar, serta beberapa fasilitas yayasan yang hangus di lahap api.
“Bagian atap gedung habis dan bangunan yang berbahan dasar kayu lainnya,” tuturnya.
Pasca mengumpulkan pengurus sambil memberikan arahan prosedur kebakaran dan alat kelengkapan yang harus di sediakan. Pihaknya langsung melakukan evakuasi santri ke Balai Kelurahan Perbon, sekaligus mengecheck kemungkinan ada yang terluka untuk ditangani sementara.
Santri juga diberikan sosialisasi antisipasi dini kebakaran, dan beberapa upaya yang harus segera dilakukan apabila terjadi hal serupa.
Diketahui, sebagian anak yang belajar di Yayasan Nurul Hayat adalah anak yatim, namun sebagian lainnya anak PNS/TNI maupun masyarakat yang ekonominya menengah keatas.(aim)