SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebanyak 19 lembaga pendidikan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, baik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga saat ini belum menerima buku teks Kurikulum 2013 atau K-13. Padahal, pada ajaran baru 2016/2017 ini kembali menerapkan K-13.
“Masing-masing sekolah belum melakukan pengadaan buku K-13,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Hanafi, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (28/7/2016).
Akibat keterlambatan tersebut, semua siswa terpaksa menggunakan buku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Padahal, pengadaan buku K-13 tersebut menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) alias gratis.
“Keterlambatan ini, mungkin karena pembahasan harga dan penetapan penerbit buku,” imbuhnya.
Saat ini, K-13 hanya diterapkan sekolah pilot project yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sekolah tersebut diantaranya 6 SMP, 7 SMA, dan 6 SMK.
“Sekolah-sekolah tersebut ditunjuk kemendikbud untuk menerapkan K-13 pertama,” imbuhnya.
Sebelumnya K-13 diterapkan secara serentak pada 2014 namun saat semester ke dua penerapan mendadak dihentikan. Hanya sekolah pilot project tersebut yang tetap menerapkannya hingga sekarang.
“Target dari Kemendikbud, tahun 2018 semua sekolah sudah menerapkam K-13,” pungkasnya.(Rien)