Pembongkaran ATW Harus Libatkan Warga Ngasem

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Pemerintah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menegaskan, pengerjaan proyek pembongkaran lokasi sumur migas Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu yang terletak di Desa Ngasem, harus melibatkan warga Ngasem secara maksimal.

“Saya tidak mempersoalkan siapapun yang mengerjakan atau yang didepan dalam pengerjaannya. Terpenting harus melibatkan warga Ngasem,” kata Camat Ngasem, Machmuddin, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (3/8/2016).

Dijelaskan, bahwa pengerjaan proyek pembongkaran ATW tersebut bakal dikerjakan oleh PT Meindo kontraktor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) operator Blok Cepu.

“Usernya kan Meindo, jadi tinggal Meindo nanti siapa yang disetujui sebagai Leadernya. Apakah kontraktor dari luar Ngasem atau dari Ngasem sendiri tidak jadi soal, Mas,” ujarnya.

“Tetapi jika dalam penilaiannya itu sama. Semisal nilainya sama-sama 9 nya, ya harus dari Ngasem sendiri, tidak perlu ambil dari luar Ngasem,” lanjutnya.

Ditegaskan, bahwa keterlibatan warga Ngasem tidak sekedar sebagai penyuplai saja, tetapi harus kontrak. Dengan diperkuat perjanjian hitam diatas putih.

“Kalau suplai mungkin semua pengusaha proyek banyak yang bisa lah. Tapi ini untuk pengalaman kedepan bagi para pengusaha jasa Ngasem. Jadi sistemnya harus kontrak dengan ada perjanjian secara tertulis,” tandasnya.

Baca Juga :   Produksi Pertamina EP di Lapangan Tapen Lampaui Target

Ketika disinggung kapan proyek pembongkaran ATW tersebut dimulai.

Mantan Plt Camat Dander tersebut, megaku belum mengetahuinya.

“Kalau kapan dimulai belum tahu. Karena setelah habis sosialisasi yang dilakukan beberapa waktu lalu di Balai Desa Ngasem, pihak Meindo dan EMCL belum ada koordinasi untuk pertemuan lagi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) akan melakukan pembongkaran lokasi ATW mulai akhir Agustus hingga September mendatang. Hal tersebut terungkap dalam sosialisasi restorasi ATW di Balai Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (28/07/2016).

Pertemuan itu dihadiri  perwakilan EMCL, PT. Meindo, Muspika Ngasem dan Kepala Desa Ngasem Suwondo serta Kades Sendangharjo Prasetyo.(Sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *