SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Operator Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), mengungkapkan, bahwa saat ini masih dalam tahap start up dan commissioning. Guna memastikan kegiatan operasi Lapangan Banyuurip aman, terus dilakukan koordinasi dengan instansi terkait.
“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kegiatan operasi kami berjalan dengan aman dan efisien,†kata Juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya, kepada Suarabanyuurip.com melalui pesan pendek, Kamis (4/8/2016) malam.
Rexy, menegaskan, bahwa saat ini kegiatan flaring Banyuurip kurang lebih hanya 10 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau 10 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas) selama proses start up dan comissioning. Atau hanya sekira seperlima dari puncak flaring sementara dibeberapa bulan yang lalu dan akan terus berkurang secara bertahap.
Diberitakan sebelumnya, pemberian kompensasi berupa beras itu didasari perjanjian antara EMCL, SKK Migas dengan masyarakat, dalam hal ini masyarakat Mojodelik dan Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro.
“Dulu ada pertemuan antara Kepala Desa (Kades), tokoh masyarakat, Pemkab, BLH, dan KLH mengadakan pertemuan di kantor Kementerian. Lalu muncul dokumen perjanjian,” ujar sumber yang dapat dipercaya yang mewanti-wanti tidak disebutkan identitasnya, kepada Suarabanyuurip.com.
Didalam dokumen tersebut, salah satu pasalnya menyebutkan bahwa sebagai bagian dari komitmen EMCL sebagai warga korporat, ketika flaring di atas 23 MMSCFD dilakukan, EMCL akan memberikan sejumlah beras kepada masyarakat terdampak.
“Artinya dalam pasal ini ada 3 point penting. Yang pertama, beras diberikan saat pembakaran di atas 23 MMSCFD,” terangnya.
Selain itu, beras diberikan atas komitmen EMCL sebagai warga korporat. Bukan kompensasi atas kerugian. Karena sebelum flaring dilakukan pun beras sudah dibagi.
“Terakhir, beras diberikan hanya kepada warga terdampak. Dalam hal ini, Dusun Temlokorejo dan Kaliglonggong, Desa Gayam serta Dusun Samben dan Ledok, Desa Mojodelik,” pungkasnya. (sam)