Program PIB Mendapat Perhatian Pemkab

PIB KATUR

SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Bojonegoro – Program Pusat Inkubator Bisnis (PIB) Bojonegoro yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Kecamatan Gayam mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur. Asisten II Bidang Ekonomi, Setyo Yuliono bersama sejumlah Kepala Dinas mengunjungi PIB di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Bojonegoro pada Kamis (4/8/2016).

“Hari ini kita sinergikan embrio pengembangan ekonomi rakyat di Gayam di wilayah lain di Kabupaten,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi, Setyo Yuliono.

Dengan kegiatan ini, ungkap Setyo, Pemkab bisa menduplikasi program atau mengembangkannya di tempat lain. Dengan hadirnya semua kepala Dinas terkait di sini, tambah dia, diharapkan kunjungan dan diskusi tersebut bisa menghasilkan langkah konkret.

“Saat ini masih bagus disupport EMCL. Tapi akan ada batasnya. Makanya kita harus upayakan semua program ini berkelanjutan,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut hadir Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Rombongan berkeliling mengunjungi budidaya jamur tiram di Desa Brabowan, pengembangan biogas di Desa Begadon, serta budidaya lele dan kroto di Desa Katur. Inisiatif ini diharapkan mensinergikan program yang telah dilaksanakan EMCL dengan program pemerintah. 

Baca Juga :   Tingkatkan IPM Bojonegoro, Pertamina EP Cepu Zona 12 Laksanakan Program Kesetaraan Warga Belajar dan Pelestarian Seni Budaya Lokal

Sementara itu, koordinator program PIB, Sigit Samin, dalam pemaparannya mengatakan, PIB merupakan lembaga yang sudah lengkap dengan pengurusnya dan desain untuk berkelanjutan. Bina Swadaya sebagai mitra program EMCL telah melatih dan mendampingi para pengelola agar bisa mengembangkan PIB tidak hanya di Gayam tapi sampai tingkat nasional.

“Saat ini PIB sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan dan organisasi di luar Bojonegoro,” tukasnya. 

EMCL, kata Sigit, juga telah membangun gedung untuk kantor PIB. Dengan kantor tersebut, diharapkan PIB bisa lebih profesional dan mandiri. “Koperasi-koperasi dan asosiasi-asosiasi yang sudah kita dirikan sudah bersinergi dengan PIB,” pungkas dia.

Camat Gayam, Hartono, menyambut baik dengan keberadaan PIB di Kecamatan Gayam. Karena menumbuh kembangkan warga yang sebelumnya belum menguasai teknis berbudiaya baik ikan maupun ternak sapi, kambing dan lain sebagainya sekarang menjadi bisa. meskipun harus ditingkatkan lagi.

“Saya harapkan pengurus PIB terus meningkatkan kemampuan dan perkembangannya. Artinya tidak hanya di Katur saja tetapi juga ke desa lainnya. Selain itu juga segera berkoordinasi dengan Pemkab dalam hal ini yang membidangi. Agar setelah dilepas EMCL bisa langsung sinergi dengan program Pemkab,” tandasnya. (suko)

Baca Juga :   Camat Minta LSM dan Kelompok Serius

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *