Seni Tlempung Buka Nyadran Mbah Gerit

Seni tlempung

SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Bojonegoro – Nyadran (sedekah bumi) yang dilaksanakan di pelataran Makam Si Mbah Gerit di Dusun Korgan, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berlangsung meriah. Acara itu dibuka dengan kesenian tradisional “Tlempung”, Kamis (4/8/2016) malam.

Tlempung adalah perpaduan sejumlah alat musik tradisional yang mengiringi sinden (seorang penyanyi jawa) yang menyanyikan syair penuh nasehat yang bijak.

Nyadran di Makam Mbah Gerit ini dilaksanakan setiap Hari Jum’at Pahing. Dalam kegiatan ini, warga yang datang membawa ambeng (makanan) seperti urap sayur, prekedel, tempe dan tahu bacem dan sebagainya di Makam Mbah Gerit.

Mereka kemudian berdo’a bersama untuk leluhur dengan dipimpin tokoh agama setempat. Seusai berdoa, warga menggelar kenduri dan dilanjutkan makan bersama di lokasi.

“Ini untuk melestarikan budaya tradisional yang adiluhung, juga sekaligus menjaga keguyuban dan kerukunan warga. Karena warga bergotong-royong mempersiapkan semua acara ini,” kata Sonib, salah satu panitia pelaksana.

Usai manganan acara dilanjutkan pagelaran wayang kulit yang dilaksanakan dua kali yakni setelah Salat Jum’at hingga pukul 16.30 WIB, dan pukul 21.00 WIB – 04.00 WIB.

Baca Juga :   Taman Seribu Lampu Cepu Makin Memesona

Di Desa Purwosari sendiri terdapat tiga lokasi sedekah bumi. Yakni Dusun Sambong. Di Sendang Mundu, Dusun Glagah pada hari Jum’at Kliwon, di Mbah Ringin dan makam di Dusun Prayungan pada Jum’at Kliwon.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *