Serahkan 74 Paket Bantuan Korban Kebakaran

Bantu sembako

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pasca insiden kebakaran di rumah Sukoco, Warga Desa Ngawun, Kecamatan Parengan pada pukul 14:00 WIB, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa Timur malam ini langsung menuju lokasi menyerahkan 74 paket bantuan langsung. Bantuan tersebut mewakili rasa simpatik Pemerintah Daerah (Pemda), atas insiden memilukan di Tuban bagian Selatan.

“Ini bentuk santuan dari Pemda kepada warga yang terkena musibah kebakaran,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tuban, Syaefudin, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (6/8/2016) malam.

Pihaknya memproyeksikan bantuan sementara tersebut, dapat sedikit meringankan rasa trauma dan kesulitan korban. Rata-rata pasca terjadi bencana jarang masyarakat yang mampu berpikir jernih, maupun memiliki perlengkapan sehari-hari.

Sehingga melalui 74 paket bantuan langsung mulai malam ini korban akan sedikit tidur nyenyak, maupun dapat memasak Sembako yang telah diberikan Pemda. Beberapa paket yang diberikan meliputi, 5 paket Sembako, 24 makanan tambahan gizi/ satu kardus, 12 paket makanan siap saji, 12 paket lauk pauk, 2 paket family kid, 1 paket bantuan kesehatan keluaraga, dan 1 paket bantuan kesehatan keluarga.

Baca Juga :   Normalisasi Kaliglonggong Harus Permanen

Sedangkan bantuan lainnya berupa, 3 paket bantuan sandang, 4 buah selimut bergaris, 4 buah tikar lipat, 2 buah terpal atau tenda gulung, 2 paket bantuan pendidikan, dan 2 paket bantuan paket kid ware.

Sementara, Sekretaris BPBD Tuban, Joko Ludiono, menjelaskan, soal mekanisme pemadaman saat terjadi kebakaran di Tuban bagian Selatan. Sebab hingga kini masih banyak anggapan kalau keterlambatan mobil pemadam tiba di lokasi, menjadi salah satu penyebab parahnya insiden kebakaran tersebut.

“Memang selama ini jarak menjadi kendala dalam kecepatan penanganan,” sambungnya.

Tetapi itulah kondisi yang sebenarnya, dan nantinya menjadi pertimbangan target kedepan. Meski kita sudah berusaha minta bantuan BPBD Bojonegoro untuk membantu memadamkan.

Pihaknya juga menegaskan bahwa, kesadaran warga dan dukungan smua pihak dibutuhkan dalam hal ini. Disisi lain Pemda akan mengirimkan bantuan yang menurut penghitungan, yang paling dibutuhkan dalam kondisi seperti itu.

Sehingga tidak hanya mobil pemadam yang disalahkan, karena kedatangnya terlambat. Tak lupa kesadaran berperilaku warga yang dapat menimbulkan sumber titik api muncul juga dibutuhkan.

Baca Juga :   Samsat Blora Liburkan Pelayanan Selama Libur Lebaran

“Pemda akan terus mengupayakan untuk merubah keadaan seperti ini dengan mendirikan pos pemadam kebakaran di 5 wilayah eks pembantu Bupati untuk memotong jarak panjang,” jelasnya.

Pihaknya juga berkomitmen secara perlahan tim pemadam akan tepat waktu, sesuai SOP 20 menit dalam menangani kebakaran.

Diketahui, penyebab kebakaran rumah Sucoko, lantaran anaknya bermain petasan di dalam rumah. Lantaran tidak ada pengawasan dari orang tua, akhirnya ledakannya mengenai bensin eceran yang dijualnya. Total kerugian Rp 200 juta, dan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *