Ragukan Kemampuan BBS Bangun Kilang Minyak

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Sederetan kegagalan yang dilakukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) menangkap peluang usaha dalam kegiatan industri migas di wilayahnya menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat. Keraguan pun muncul terhadap kinerja badan usaha pelat merah itu yang berencana membangun kilang mini.   

“Kalau melihat kinerja BBS kemarin-kemarin hingga  saat ini, jujur saya katakan ragu. Selain karena ketidak-mampuan BBS dalam menangkap dan mengoptimalkan peluang bisnis yang sudah ada,” ujar Direktur Utama Bojonegoro Institute (BI), Awe Saiful Huda kepada suarabanyuurip.com, Rabu (10/8/2016).

Keraguan BI itu didasarkan pada kegagalan BBS dalam pengelolaan gas flare dari Lapangan Sukowati, Blok Tuban. Selain itu peluang bisnis lainnya di proyek Banyuurip, Blok Cepu, beberapa waktu lalu.

“Ini menunjukkan secara kelembagaan belum sehat,” tegasnya.

Karena itu pihaknya juga mengaku kurang setuju jika Pemkab Bojonegoro menambah modal lagi kepada BBS yang bersumber dari APBD.

Namun demikian, pada prinsipnya BI sangat mengapresiasi keinginan Pemkab Bojonegoro untuk membangun kilang minyak.  Karenanya dengan adanya usaha hilirisasi ini dapat memberikan multiplier effect dan pertumbuhan usaha dan industri-industri turunan dari dampak pembangunan kilang.

Baca Juga :   Pembangunan Pipa CISEM Tahap II: Menteri ESDM Ungkap Rencana Ambisius

“Ini akan mempecepat pertumbuhan ekonomi Bojonegoro,” tandasnya.

Awe menambahkan tidak ada salahnya jika pembangunan kilang ini menggandeng investor karena  cara tersebut sudah jamak dipraktekkan.

“Namun harus melalui mekanisme yang benar, lebih hati-hati untuk menghindari pola-pola permainan rent seeker (para pemburu rente),” kata aktivis bertubuh sedang itu mengingatkan.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *