SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Memasuki pekan ke -2 sejak diluncurkannya program city gas untuk jaringan gas (jargas) rumah tangga di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada (29/82016) lalu, ternyata baru 11 sambungan rumah tangga (SR) yang telah siap digunakan.
Menurut Kepala Seksi Migas Bidang Pertambangan dan Migas Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora, Djati Walujastono, permasalahan itu disebabkan kurangnya tenaga teknis dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mengakibatkan lambatnya perbaikan dan modifikasi alat di masing-masing SR. Padahal seperti yang telah direncanakan, dalam satu hari petugas bisa menyelesaikan 5 SR.
“Dari sekitar 68 SR yang ada di sektor 1 dan sektor 2, baru 11 bisa digunakan,” kata Djati kepada suarabanyuurip.com.
Normalnya jika dalam satu hari bisa menyelesaiakan 5 SR, maka dapat menyelesaikan 65 SR. “Kendala mereka memang dari keterbatasan tenaga,” jelasnya.
Sesuai keterangan yang dia peroleh dari PGN, tenaga yang disediakan merupakan bagian operating maintenance.
“Mereka harus memperbaiki, mencatat dan membuat laporan,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya berharap PGN memberikan skala prioritas kepada rumah tangga yang telah terdaftar dan menyatakan persetujuannya menggunakan gas.
“Untuk 68 itu dulu bisa cepat diselesaiakan. Karena ada pelanggan lain yang siap untuk mendaftarkan diri untuk berlangganan,” ujarnya.(ams)