Produksi Minyak Blora Kecil

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Meski wilayah Blora, Jawa Tengah merupakan satu diantara daerah penghasil Minyak dan Gas Bumi (Migas), namun produksinya masih relatif kecil. Sehingga untuk berdirinya kilang baru masih belum diperlukan. Hal itu diungkapkan oleh Iffah Hermatri, ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, kepada Suarabanyuurip.com.

Menurutnya, walaupun secara data wilayah Kabupaten Blora terdapat banyak sumur tua akan tetapi belum tergarap semua.

“Karena penanganan sumur tua sendiri tidak bisa disamakan dengan sumur produktif,” kata dia.

Jadi lanjut dia, untuk saat ini Blora belum butuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengurusi kilang.

Sebagaimana diketahui, beberapa perusahaan tengah melakukan proyek eksplorasi untuk menemukan hidrokarbon. Namun, dari proyek tersebut sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan eksplorasi.

Melihat masih mangkraknya Kilang milik PT Humpuss Patragas di lahan Pusat Pengembangan Sumber Daya manusia (PPSDM) Cepu, menjadi hal yang tidak mungkin jika di Blora di didirikan kilang (Refinery).

“Eksplorasi berhasil dulu dan ada minyaknya, baru kemudian kilang itu didirikan,” ujar Djati Waludjastono, Kepala Seksi Migas Bidang Petambangan dan Migas Dinas ESDM Blora kepada suarabanyuurip.com.

Baca Juga :   Masih Banyak Ditemukan Penyulingan Minyak

Kalau harus dipaksakan untuk didirkan Kilang, lanjut dia, maka akan muncul pertanyaan. Dari mana minyaknya,” ujarnya.

Berbeda dengan kilang mini milik Tri Wahana Universal (TWU) di Bojonergoro, Jawa Timur. TWU mengambil minyak dari lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Kemudian berdirinya, ketika benar-benar dipastikan minyak mentahnya tersedia,” jelasnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *