SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan sekolah satu hari penuh (full day school) memantik reaksi Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto.
“Sebagai orang kampung saya lebih suka bebas di alam,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Kamis (11/8/2016).
Menurutnya, pendidikan berapapun lamanya di sekolah, di masyarakat dan di keluarga harus tetap memperhatikan hak anak-anak. Karena, anak-anak itu bukan manusia kecil, tapi manusia yang sedang tumbuh.
“Mereka perlu bahagia, tertawa, serius, bermain, berlatih, berdisiplin, berkarakter dan belajar cinta kasih,” lanjut Kang Yoto sapaan akrab Suyoto.
Kang Yoto, mengungkapkan, jika suatu saat akan diterapkan, maka harus lebih opsional atau pilihan, sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Hanafi, menyatakan, meski belum siap untuk menjalankan wacana tersebut, namun akan tetap melaksanakan apabila benar-benar diterapkan.
“Wacana tersebut ada baik dan buruknya,” tukasnya.
Buruknya, waktu anak akan berkurang dengan keluarga. Begitu juga waktu bermain dan mengaji. Â Sehingga, butuh persiapan lebih matang jika harus menerapkannya di sekolah.
“Yang jelas, sekarang kami meminta agar guru, murid, dan orangtua tidak terlalu memikirkan hal itu. Semua harus fokus pada pelajaran saat ini,” pungkasnya. (Rien)